Call Us : 021-8096411 WA 08111735558
Motto : SMART & PRUDENT
PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS TERAKREDITASI B | PROGRAM STUDI S1 KESEHATAN MASYARAKAT TERAKREDITASI B | PROGRAM STUDI S1 GIZI TERAKREDITASI B | PROGRAM STUDI D4 TEKNIK ELEKTROMEDIK TERAKREDITASI B | PROGRAM STUDI D3 ANALIS KESEHATAN TERAKREDITASI B | PROGRAM STUDI D3 ANALIS FARMASI DAN MAKANAN TERAKREDITASI B | PROGRAM STUDI D3 GIZI TERAKREDITASI B | PROGRAM STUDI D3 KEBIDANAN TERAKREDITASI B | PROGRAM STUDI D3 KEPERAWATAN TERAKREDITASI B | PROGRAM STUDI D3 MANAJEMEN PELAYANAN RUMAH SAKIT TERAKREDITASI B | PROGRAM STUDI S2 KESEHATAN MASYARAKAT TERAKREDITASI B | PROGRAM STUDI S1 SISTEM INFORMASI TERAKREDITASI B | PROGRAM STUDI S1 TEKNIK INFORMATIKA TERAKREDITASI B | PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI TERAKREDITASI B | PROGRAM STUDI S1 MANAJEMEN TERAKREDITASI B | PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN GURU SD TERAKREDITASI BAIK | PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN GURU PAUD TERAKREDITASI BAIK | PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS TERAKREDITASI BAIK |
KEGIATAN TERAPI BERMAIN DI RUMAH SAKIT OLEH PROFESI NERS UMHT

Bermain adalah salah satu aspek penting dari kehidupan anak dan salah satu alat paling efektif untuk mengatasi stres pada anak. Hospitalisasi ini merupakan suatu keadaan krisis pada anak, saat anak sakit dan dirawat di rumah sakit. Keadaan ini (hospitalisasi) terjadi karena anak berusaha untuk beradaptasi dengan lingkungan asing dan baru yaitu rumah sakit, sehingga kondisi tersebut menjadi stressor baik terhadap anak maupun orang tua dan keluarga, perubahan kondisi ini merupakan masalah besar yang menimbulkan ketakutan, kecemasan bagi anak yang dapat menyebabkan perubahan fisiologis dan psikologis pada anak jika anak tidak mampu 2 beradaptasi terhadap perubahan tersebut. Respon fisiologis yang dapat muncul meliputi seperti perubahan pada sistem kardiovaskuler seperti palpitasi, denyut jantung meningkat, perubahan pola napas yang semakin cepat, selain itu, kondisi hospitalisasi dapat juga menyebabkan nafsu makan menurun, gugup, pusing, tremor, hingga insomnia, keluar keringat dingin dan wajah menjadi kemerahan. Perubahan perilaku juga dapat terjadi, seperti gelisah, anak rewel, mudah terkejut, menangis, berontak, menghindar hingga menarik diri, tidak sabar, tegang, dan waspada terhadap lingkungan. Hal-hal tersebut membuat anak tidak nyaman serta mengganggu proses perawatan dan pengobatan pada anak

Terapi bermain merupakan salah satu alat paling efektif untuk mengatasi stress anak ketika dirawat di rumah sakit. Melalui terapi bermain, anak-anak dapat berhubungan dengan orang lain, saling mengenal, sehingga dapat mengungkapkan perasaannya sesuai dengan kebutuhan mereka. Terapi bermain merupakan terapi yang diberikan dan digunakan anak untuk menghadapi ketakutan, kecemasan dan mengenal lingkungan, belajar mengenai perawatan dan prosedur yang dilakukan serta staf rumah sakit yang ada.

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Ners Universitas Mohammad Husni Thamrin telah melaksanakan kegiatan terapi bermain sebagai bentuk penerapan Asuhan Keperawatan pada Anak yang dirawat di Rumah Sakit yang bertujuan mengatasi dampak hospitalisasi. Kegiatan terapi bermain telah dilaksanakan sebanyak 3 kali yaitu pada tanggal 24 Januari, 29 Januari dan 31 Januari 2020 bertempat di ruang rawat inap Anap RSUD Pasar Rebo, RSUD Budi Asih dan RS Polri RS Soekanto.

Kegiatan terapi bermain diawali dengan tahap orientasi, perawat mengucapkan salam, memperkenalkan diri, menjelaskan tujuan dan manfaat terapi bermain serta menjelaskan kontrak waktu kegiatan terapi bermain dengan bahasa yang santun dan mudah dipahami oleh anak-anak, selain itu juga pasien yang mengikuti terapi bermain ikut memperkenalkan diri masing-masing.

Kemudian pada tahap kerja perawat menjelaskan cara bermain dengan didampingi oleh beberapa fasilitator. Tidak lupa pula selama kegiatan berlangsung, anak diberikan pujian dan reward. Kegiatan ditutup dengan menanyakan perasaan pasien setelah mengikuti kegiatan terapi bermain.